
Probolinggo. Desakan warga Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo semakin menguat menyusul keluhan mengenai kinerja Lurah Moch. Zainal Achwan, S.STP., M.M. yang dinilai tidak responsif dan jarang turun langsung ke lapangan. Masyarakat meminta Wali Kota Probolinggo untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan lurah agar pelayanan publik kembali berjalan optimal.
Keresahan warga muncul setelah berbagai aduan yang disampaikan justru dijawab dengan kebijakan yang dianggap tidak sesuai kondisi faktual di lapangan. Hal ini memunculkan asumsi bahwa keputusan lurah hanya bersifat administratif tanpa didasari pemantauan langsung, sehingga menimbulkan jarak antara pemerintah kelurahan dan kebutuhan riil masyarakat.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa sikap lurah yang dinilai pasif dan kurang peka ini telah menghambat penyelesaian persoalan di lingkungan mereka. Padahal, kepemimpinan kelurahan seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Dalam situasi sosial yang semakin dinamis, warga menilai bahwa ketidakhadiran lurah di lapangan menunjukkan lemahnya komitmen terhadap prinsip pelayanan publik. Hal ini bukan hanya menurunkan kepercayaan masyarakat, tetapi juga berpotensi memperburuk hubungan antara pemerintah kelurahan dan warganya.
Atas kondisi tersebut, warga Triwung Lor mendesak Wali Kota Probolinggo untuk segera:
1.Melakukan pemeriksaan dan verifikasi langsung terhadap keluhan warga.
2.Memanggil dan mengevaluasi kinerja Lurah Triwung Lor.
3.Mengambil langkah tegas apabila ditemukan ketidaksesuaian tugas, fungsi, atau tanggung jawab pelayanan.
Warga menegaskan bahwa desakan ini bukan bentuk permusuhan, melainkan kepedulian agar kelurahan kembali menjalankan fungsi pelayanan publik yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Mereka berharap pemerintah kota hadir untuk memastikan bahwa setiap aparat kelurahan bekerja dengan standar yang semestinya. Kejelasan langkah dari Wali Kota Probolinggo menjadi harapan utama untuk meredam keresahan dan mengembalikan kepercayaan publik di Triwung Lor.