
KRAKSAAN – Dinamika organisasi di tubuh Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan memasuki babak baru. Abd Wahid resmi ditunjuk sebagai Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan menggantikan Muhammad Rizal Mahfudz melalui mekanisme Rapat Pleno Harian yang digelar di Kantor PCNU Kraksaan, Jumat (17/4).
Langkah ini diambil guna memastikan roda organisasi tetap berjalan efektif. Namun, proses transisi ini sempat diwarnai aksi sekelompok oknum yang mendatangi kediaman Ketua PC GP Ansor Kraksaan, yang kemudian menuai sorotan tajam.
Penunjukan Abd Wahid ditegaskan telah melalui prosedur yang sah sesuai Peraturan Organisasi (PO) GP Ansor. Rapat Pleno Harian tersebut dihadiri oleh *32 Pengurus Harian* PC GP Ansor Kraksaan.
Dalam keterangannya, Abd Wahid meluruskan opini yang berkembang di publik terkait proses pemilihannya. Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut merupakan mandat kolektif, bukan penunjukan subjektif.
"Terpilihnya saya sebagai pengganti Sekretaris itu adalah hasil pleno, bukan kemauan ketua secara pribadi. Walaupun Ketua mengusulkan nama saya, tapi keputusan tetap diserahkan sepenuhnya kepada forum," ujar Wahid kepada awak media.
Menyayangkan Aksi Oknum Atas Nama Banser
Di sisi lain, Wahid menyayangkan adanya insiden "serbuan" oleh sejumlah oknum yang mengatasnamakan anggota Banser ke kediaman Ketua PC GP Ansor Kraksaan, Sahabat Abd Rahman. Berdasarkan klarifikasi internal, aksi tersebut dipastikan *ilegal dan di luar komando organisasi.
"Kasatkorcab Banser Kraksaan sendiri tidak tahu-menahu tentang kejadian tersebut. Artinya, itu bukan perintah organisasi," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak psikologis yang dialami keluarga Ketua Cabang akibat kedatangan oknum-oknum tersebut. Menurutnya, tindakan intimidatif semacam itu sangat tidak mencerminkan nilai-nilai santun yang diajarkan dalam GP Ansor.
Seruan Kembali ke Khittah Pengabdian
Menutup pernyataannya, Abd Wahid mengajak seluruh kader Ansor maupun Banser di wilayah Kraksaan untuk tetap solid dan menghormati keputusan tertinggi organisasi yang telah diambil dalam pleno.
Berikut adalah poin-poin penegasan Abd Wahid:
1. Kepatuhan Organisasi: Menghimbau seluruh kader mematuhi hasil Pleno Harian sebagai keputusan sah.
2. Esensi Jabatan: Menekankan bahwa posisi Sekretaris adalah amanah untuk melayani, bukan objek perebutan kekuasaan.
3. Prinsip Dasar: Mengajak kader kembali pada prinsip pengabdian tulus kepada ulama dan bangsa.
"Bagi saya, jabatan sekretaris ini hanyalah amanah, bukan perebutan jabatan. Seyogyanya kita harus kembali pada prinsip dasar organisasi, yakni kita di Ansor ini adalah murni pengabdian," pungkasnya dengan tegas.